Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Februari 2016

Book Review: Hector And The Search For Happiness




“Kebahagiaan adalah cara pandang terhadap sesuatu”

Pada awalnya saya ragu membeli buku ini karena beberapa review di goodreads yang tidak terlalu bagus. Apakah ini termasuk genre favorit saya? Apakah buku tentang psikiatri ini cukup mudah dimengerti bagi orang awam? Apakah saya akan mendapat pengetahuan baru dengan membaca buku ini. Tetapi melihat label bestseller dan beberapa review, saya tidak dapat menolak buku ini. Saya termasuk sangat selektif dalam memilih buku. Buku bukan hanya sebuah hiburan bagi saya tetapi juga harus memberi pengetahuan dan mampu menanamkan cara pandang baru terhadap suatu hal. Hector And The Search For Happiness jelas memberi sebuah pengetahuan baru tentang ilmu psikiatri yang selalu terdengar rumit bagi saya. 

Berkisah tentang perjalanan seorang psikiater bernama Hector untuk mencari arti kebahagiaan. Sebagai seorang psikiater yang bertemu banyak orang dengan berbagai permasalahannya, Hector sering bertanya-tanya mengapa seseorang terlihat bahagia sementara yang lain tidak. Bagaimana mungkin seseorang yang memiliki segalanya, karir yang bagus, wajah yang rupawan, kondisi finansial yang baik, masih merasa tidak bahagia? 

Dalam perjalanannya, banyak pelajaran yang Hector dapatkan. Ia mempelajari bahwa kebahagiaan mudah diraih oleh siapa saja. Ia menjadi mengerti mengapa anak-anak selalu mudah tersenyum dan bahagia. Ia menjadi mengerti bahkan kebahagiaan pun mampu diperoleh seseorang yang sedang berada diambang kematiaannya. Sementara, kebahagiaan juga tidak diraih semudah itu bagi sebagian orang, orang-orang yang hidup berkecukupan belum tentu merasa bahagia. 

Ada pelajaran favorit saya dari buku ini, yaitu pelajaran nomor 1: membuat perbandingan bisa merusak kebahagiaan. Namun ternyata hal itulah yang kita sering lakukan, membandingkan hidup kita dengan orang lain. Kita lupa untuk lebih bersyukur atas apa yang kita miliki. Satu lagi adalah pelajaran no 3: Banyak orang yang melihat kebahagian hanya berada di masa depan. Berapa banyak orang yang bekerja keras untuk masa depannya yang dia harapkan bahagia tapi lupa untuk merayakan hidupnya hari ini, terkadang melupakan orang-orang disekitarnya, keluarga, teman-teman serta cintanya. Masa depan memang sepatutnya diusahakan, tapi rayakanlah hari ini karena kita tidak akan tahu apa yang terjadi besok. Apakah kita masih sebahagia hari ini?   

Saya tidak akan menjelaskan semua pelajaran-pelajaran yang Hector dapatkan disini, membaca bukunya akan jauh lebih menarik. Buku ini mudah dimengerti oleh siapa saja. Jujur, saya menjadi lebih banyak tersenyum setelah membaca buku ini. Ketika saya sedih atau marah, mengingat pelajaran dari perjalanan Hector adalah obat yang ampuh. Walaupun ada satu atau dua plot dan setting yang terkadang tidak diceritakan dengan jelas, hal itu tidak mengurangi pesona buku ini. Salute!

Kamis, 19 September 2013

Resensi Pilihan



Berjalan di Atas Cahaya


Judul  : Berjalan di Atas Cahaya
Pengarang : Hanum Salasabiela Rais
Penebit :Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2013
Tebal : 210 halaman
ISBN : 978-979-22-9359-3


Buku ini adalah karya Hanum Salsabiela Rais setelah 99 Cahaya di Langit Eropa. Masih berkisah tentang perjalanan Hanum di eropa namun kali ini bukan sebagai penduduk eropa tetapi dalam rangka liputan ramadhan untuk sebuah stasiun tv. Kisah yang disampaikan Hanum pada buku ini tidak kalah indahnya dengan buku yang pertama. Mengutip pernyataan Hanum, kisah-kisah ini bukan kisah extravaganza tentang kehidupan di eropa tetapi kisah yang mampu mencerahkan batin.
Diantara kisah-kisah tersebut ada kisah bunda Ikoy, seorang perempuan Aceh perakit jam merk ternama di Swiss. Ada pula kisah rapper wanita dari Austria. Penampilannya seperti anak muda kebanyakan, penampilan semau gue, tanpa rias, hijabnyalah yang menjadi identitasnya sebagai seorang muslim. Kejujuran dari desa Neerach yang ditunjukkan melalui kios penjual bunga hingga pengalaman Hanum bertemu dengan orang-orang yang mencari Tuhan. Ya, beberapa orang tahu bahwa Tuhan ada tetapi tak tahu cara mencarinya. Glory, teman Hanum yang satu ini sudah meninggalkan agama nenek moyangnya dan berpindah dari agama satu ke agama lain untuk mencari Tuhan yang dia yakini ada.
Ada pula kisah mualaf-mualaf yang pernah menjadi sahabat Hanum. Ternyata Islam yang selama ini diketahui oleh masyarakat barat sungguh berbeda. Islam bukanlah agama kekerasan. Seorang muslim tidak akan pernah memakai kekerasan walaupun mereka mampu. Keluarga-keluarga muslim adalah laki-laki yang menafkahi keluarganya dengan tanggung jawab serta menjaga harga diri wanita, wanita yang memilih menjadi ibu dibanding mengejar karir duniawi serta istri yang taat pada suami. Sesungguhnya ada balasan yang setimpal dari Allah SWT pada setiap pengorbanan. Islam yang memberikan ketenangan pada pemeluknya.
Sekali lagi, buku ini bukanlah kisah perjalanan mengenai keindahan tanah Eropa, buku ini mengungkap sisi lain Eropa, sisi lain kehidupan masyarakatnya. Bahwa setiap orang akan memperoleh hidayahnya masing-masing dengan cara yang tak terduga. Hanum mengisahkan bahwa keindahan Islam dapat dirasakan sampai daerah terpencil di Eropa dan semua nyata. Keindahan itu bukan hanya dalam mimpi.